PUISI (54): WABAH LAPAR DAHAGA


Hiduplah hidup yang hidup menghidupi lumbung lambung

setiap saat memekikkan perih lalu meringkih

lantang lapar dahaga mengumandangkan merdeka

menggoda perut merebut kekuasaan

merunduklah kepala-kepala buat senang perut

perut sebarkan wabah menjilat lapar dahaga.

 

Hidup perut hiduplah hidup

mulut-mulut kekuasaan tertukar perut

menganga saja

hingga punah kata penuh

 

Lapar dahaga pandangan hidup perut, dan

koruptor pilihan profesi favorit

dalam lindungan kekuasaan perut

 

Banjarbaru, 15 Agustus 2011

One Response

  1. duh…
    koruptor….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: