MENGHIDUPKAN PATUNG BEKANTAN

Oleh: HE. Benyamine

Rencana pembangunan patung bekantan sebagai ikon Kota Banjarmasin dapat dikatakan sebagai rencana yang mengaburkan identitas kota yang lebih dikenal sebagai kota seribu sungai. Ada penyimpangan pandangan dalam rencana itu, yang sebenarnya menutupi permasalahan keberadaan sungai-sungai yang menjadikan kota Banjarmasin dikatakan sebagai kota seribu sungai, di mana sungai-sungai tersebut terus mengalami penyusutan. Hilangnya beberapa sungai dan semakin terganggunya beberapa sungai karena perencanaan kota yang meninggalkan dasarnya (sungai-sungai dan kanal), sebenarnya merupakan permasalahan yang tertutupi oleh rencana pembangunan patung bekantan.

Continue reading

Advertisements

KONTROVERSI PATUNG BEKANTAN

Oleh: HE. Benyamine

Dukungan Lembaga Budaya Banjar (LBB) Kalsel, yang dikatakan sebagai hasil pertemuan (1/10/10) dengan para seniman dan budayawan, dengan hasil pertemuan yang menyatakan setuju dan mendukung sepenuhnya rencana pembangunan patung bekantan (Nasalis Lavartus) sebagai satu di antara ikon kota berjuluk seribu sungai (Media Kalimantan, 3 November 2010: B5) menarik untuk diperhatikan karena alasan yang dikemukakan masih memiliki nilai seni dan budaya yang terlihat hanya dipermukaan serta adanya anggapan bahwa hewan bekantan tersebut merupakan hewan asli Kalsel.

Continue reading