ISU KELANGKAAN BBM MENYESATKAN

Oleh: HE. Benyamine

Keprihatinan Forum Peduli Banua dengan kondisi “kelangkaan” BBM di Kalimantan Selatan (6/4/13: 9), yang tahun 2012 melakukan gerakan pemblokiran tongkang batu bara, perlu mendapat apresiasi yang positif, namun memprihatinkan pada dasar yang menjadi persoalan BBM ini.

Continue reading

Advertisements

LAHAN RAWA UNTUK SPORT CENTER: MENGERIKAN

Oleh: HE. Benyamine

Membanggakan dan sekaligus mengejutkan ketika Pemprov Kalsel telah mengumumkan realisasi  pembangunan Sport Center dan rencana perumahan pegawai Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. Pembangunan Sport Center sudah dimulai dengan pengadaan lahan dengan Pengumuman Nomor: 593/01/X/PPT-BB oleh Panitia Pengadaan Tanah Pemerintah Kota Banjarbaru (Radar Banjarmasin, 29 Oktober 2012: 3) yang memerlukan lahan satu hamparan seluas lebih kurang 450 hektar.

Continue reading

ANEH PBBKB KALSEL RENDAH

Oleh: HE. Benyamine

Tuntutan penambahan kuota BBM subsidi yang meriah dan semarak disertai ancaman di banua ini beberapa waktu yang lalu seperti sudah tak relevan, malah saat ini pemerintah pusat melalui Menteri Energi Sumber Daya Meneral (ESDM) Jero Wacik melakukan ancaman balik yang ditujukan kepada pengusaha tambang, yang sebelumnya kepada para gubernur di Kalimantan (1/9/12). Ancaman tersebut berdasarkan Permen No.12 Tahun 2012, yang pada 1 September 2012 mulai diberlakukan. Larangan penggunaan BBM (solar) subsidi untuk operasional kendaraan pertambangan dan perkebunan besar (lahan di atas 25 hektar), dengan ancaman pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan perkebunan.

Continue reading

PENAMBAHAN KUOTA BBM TUNTUTAN MALANDAU

Oleh: HE. Benyamine

Isu kuota BBM bersubsidi ternyata juga dikaitkan bagaimana memperjuangkan keadilan yang dilakukan anggota DPR/DPD asal Kalsel dalam sidang-sidang Parlemen, yang menurut Adhariani, SH, MH (anggota DPD RI asal Kalsel) banyak menemukan tantangan berat, contohnya ada anggota DPR dari daerah lain yang menyuruh aparat “menyikat” aksi blokade tongkang batubara (6/6/12). Selain itu, Adhariani juga mengemukakan tugas mereka adalah bagaimana rakyat daerah bisa mendapatkan pelayanan yang baik dari sumber-sumber yang diberikan pemerintah pusat. Namun, pada akhirnya kembali pada tantangan bagaimana pengawasan yang ketat dari pihak aparat dalam rangka tidak tersalurnya BBM bersubsidi kepada pihak yang tidak pantas mendapatkannya. Hal ini seperti orang yang bangun malandau, bangun kesiangan, ibaratnya rezeki sudah dipatuk ayam.

Continue reading

GUMAM

Seakan telah menemukan jawaban. Sambil senyum-senyum saat membayar di kasir untuk 4 (empat) buah buku sekaligus. Tidak biasa memang, beli buku sebanyak itu. Apalagi bergegas ingin pulang ke rumah. Silakan engkau bergumam sepanjang waktu dan di semberang tempat. Ya, sesuka seperti yang biasa kamu lakukan. Istri yang menghantui hari-hari dengan gumam telah terselesaikan. Tiba di rumah memang langsung disambut gumam istri, “bla bla bla bala abal … tumben pulang lebih awal kaya abal-abal.” Namun, keempat buku yang baru dibeli lebih menggoda pikiran –yang sebenarnya juga karena gumam istrinya.

Continue reading

TAMAN ZAFRY ZAMZAM

Oleh: HE. Benyamine

“Mengapa kota Banjarbaru yang mampu membangun tugu dengan anggaran  “wah” atau kota Banjarmasin yang mampu menancapkan pintu gerbang juga “wah” dananya, atau kota Kandangan yang sedang membangun tugu yang menyesakkan bundaran yang ada dengan biaya “wah” tentunya, tetapi tidak ada gedung pertunjukkan yang representatif untuk kegiatan dan aktivitas yang mendorong pembangunan peradaban? Apakah kota Banjarbaru, misalnya, berani memilih untuk membangun gedung kesenian yang “wah” sebagaimana kemampuannya membangun Tugu Simpang Empat?”

“Penghargaan terhadap satu tokoh kota Banjarbaru, dengan berbagai hal berikut yang melekat pada beliau, yakni: sebagai ulama, pendidik (rektor IAIN Antasari), birokrat (kepala penerangan), budayawan, sastrawan (puisi dan prosa), dan pejuang, dengan bangga memberikan nama gedung kesenian bergengsi tersebut dengan mengabadikan nama beliau; Taman Zafri Zamzam, taman kebudayaan layaknya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.”

 

Pagelaran teater Dewan Kesenian Kota Banjarbaru dengan didukung Museum Lambung Mangkurat (19/11/11) yang diselenggarakan di Auditurium Museum Lambung Mangkurat menyuguhkan pertunjukkan yang menarik dan bermakna. Pada pagelaran ini dipentaskan dua naskah, karena satu naskah batal, yaitu: (1) Arwah-Arwah karya W.B. Yeats terjemahan Suyatna Anirun dan (2) Tangis Napi Pembunuh karya Luki Safriana. Kedua naskah dipentaskan dengan cukup baik dan apik, dan pagelaran teater seperti ini telah mampu menjadi hiburan alternatif yang lebih mendidik dan sebenarnya bergengsi.

Continue reading

JAZIRAH CINTA DALAM SUDUT PANDANG PENZIARAH DUNIA

Oleh: HE. Benyamine

Manusia adalah pengembara di dunia. Pada waktunya, tidak maju juga mundur, akan kembali ke tempat asalnya. Namun demikian, banyak  alasan yang menjadi dasar seseorang dalam memutuskan untuk menjadi seorang pengembara yang sesuai dengan cara pandangnya dan tingkat pengetahuan serta pemahamannya terhadap kehidupan dan tujuan penciptaannya di dunia ini. Dalam beberapa hal, novel Jazirah Cinta karya Randu Alamsyah (Penerbit Zaman, 2008; cet. I) mampu menghadirkan beberapa pandangan tentang “Pada dasarnya kita semua di dunia ini adalah pengembara.” Novel ini menghadirkan panduan tentang manusia adalah pengembara atau penziarah dunia yang terasa dari awal bab hingga akhir cerita dan pada akhir buku dijelaskan atas pandangan pengembara oleh tokoh misterius Alamsyah.

Continue reading