SASTRAWAN MENIKAM DIRINYA SENDIRI

Oleh: HE. Benyamine

Dunia sastra dan seni dipandang sebagai dunia yang sepi dan sunyi, karena adanya pendapat bahwa politik tidak layak mengotori keindahan kata-kata sastrawan dan merusak gerak laku seniman, sehingga terlalu banyak karya sastra atau seni seperti hilang tertiup angin. Dunia sastra dan seni terlepas dari kehidupan hiruk pikuknya politik, yang membuat karya sastra atau seni tidak menjadi bagian dari warna kehidupan itu sendiri, yang hanya hadir dalam lingkungan terbatas dan berbatas. Bahkan, terkesan sastrawan atau seniman berpolitik dalam kelompok atau lingkarannya sendiri, bebas dari dunia nyata. Continue reading

Advertisements