PUISI (15): GEMPA SUMATERA BARAT

:Marshmallow
(30 September 2009)

Oleh: HE. Benyamine

Baru saja mengenang kisah mudik
karena Emak dirindu di Bukittinggi
juga tempat lahir hingga besar
begitu banyak tegur sapa hiasi langit cerah
meluncur dari hati betapa ringan melapangkan

Ada rasa malu saat melupakan
wajah-wajah terlukis masa
yang lekat dan terasa dekat
bertemu Etek, Pak Etek, Mamak, Mak Tuo
memanggil-manggil Uni Uda berganti-ganti

Gempa 7,6 skala Richter menjalari tanah Sumatera Barat
susulan 6,2 skala Richter tambah mencekam
wajah-wajah terlukis masa itu menyatu
menguatkan hati dalam kesabaran mengikhlaskan
yakini masih banyak nikmat Allah terhampar

Kesedihan menyelinap kapan saja
duka nestapa bisa menjerat setiap saat
bahkan kematian tiada yang menduga
manakala masih ada hidup
menggerakkan hati menyelami duka sesama

Banjarbaru, 1 Oktober 2009

Advertisements