BATU BARA MENUTUPI MATA HATI

Oleh: HE. Benyamine

Angkutan batu bara menggunakan jalan negara sudah saatnya untuk dihentikan.   Pemerintah tidak perlu lagi membahas bagaimana angkutan batu bara menggunakan jalan negara, seperti uji coba pembatasan tonase dan pengaturan waktu. Karena, selama angkutan batu bara masih menggunakan jalan negara, berbagai masalah tidak dapat dihindari. Jadi, masalah yang dihadapi oleh masyarakat Kalimantan Selatan adalah digunakannya jalan negara untuk angkutan batu bara. Setiap kebijakan yang diputuskan pemerintah memang mempunyai konsekuensi, dan kewajiban pemerintah adalah memilih kebijakan yang paling sedikit konsekuensi negatifnya bagi masyarakat umum. Pilihan kebijakan untuk menghentikan angkutan batu bara menggunakan jalan negara adalah kebijakan publik yang memihak untuk kepentingan umum, terutama masyarakat yang rentan terhadap segala bentuk negatif dari pembangunan.

Read more »

JALAN UMUM SEKALIGUS JALAN PERTAMBANGAN

Oleh: HE. Benyamine


Setiap tengah malam akan semakin jelas terdengar membahana deru angkutan batu bara, yang memecah keheningan malam, seakan kereta api dari rangkaian truk melintas dengan kecepatan tinggi dan tak ada hentinya. Kebisingan, tentunya sangat mempengaruhi kejiwaan warga yang paling dekat dengan sumber kebisingan tersebut, yang perlahan dan tidak terasa bisa menyebabkan gangguan kejiwaan dan kesehatan mereka.

Read more »

LARANG TRUK BATUBARA LEWAT JALAN NEGARA (Pemprov Terkesan Memfasilitasi Pelanggaran UU)

Oleh: HE. Benyamine


Penilaian terhadap Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel membiarkan pelanggaran undang-undang dalam penerapan penggunaan jalan negara bagi truk batubara (Mata Banua, 25 Oktober 2008) perlu mendapat perhatian yang serius dan sungguh-sungguh, karena pelanggaran terhadap undang-undang merupakan tindakan yang diancam dengan pidana.

Apa yang disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal pemilihan Kalsel sebagai membiarkan pelanggaran undang-undang tersebut, memang tidak disebutkan secara jelas tentang undang-undang yang mana. Mungkin salah satunya adalah undang-undang tentang pertambangan (sebelum UU Minerba), yang mewajibkan usaha pertambangan membuat jalan khusus untuk angkutannya.

Read more »

DEWI RAHMITA: HARAPKAN BANTUAN ANDA MELAWAN LUPUS

Saat lagi online di FB tadi malam, ada teman FB (masih mahasiswa Unlam Banjarbaru) yang meminta untuk membuka blog: www.savedewi.blogspot.com, yang ternyata sebuah blog yang dibuatkan untuk tujuan membantu seorang perempuan yang sedang melawan penyakitnya, namanya Dewi Rahmita, dengan kondisi yang tidak berdaya, khususnya dalam hal biaya.

Kabar tentang penyakit Dewi Rahmita ini, semula hanya seperti kabar burung bagi teman-temannya sewaktu kuliah di Unlam, tetapi setelah datang ke rumah yang bersangkutan, ternyata memang sedang dalam kondisi yang sangat lemah dan telah lama dibiarkan karena alasan tidak mampu membiayai untuk perawatan di rumah sakit.

Melihat kondisi tersebut, sepertinya teman-teman Dewi Rahmita mengambil inisiatif untuk menggalang sumbangan dari siapa saja dan dari mana saja untuk membantu Dewi Rahmita menjalani pengobatannya.

DEWI RAHMITA MENCOBA MELAWAN LUPUS

DEWI RAHMITA MENCOBA MELAWAN LUPUS

Saat ini Dewi Rahmita sudah bisa dirawat di RS. Ansari Saleh, Kayu Tangi Banjarmasin, kamar A2 ruang Penyakit Dalam, dari sumbangan yang dapat dikumpulkan melalui kepeduliaan teman-teman yang bersangkutan. Data tentang Dewi Rahmita dan penyakitnya, berikut:

Nama: Dewi Rahmita,23 thn
Almt: Anjir Serapat Timur KM.14 RT.002 Kapuas.
Diagnosa doktEr trbaru: Komplikasi Lupus n Lever.

Anamnesa dr.Astri Pratiwi di RS.Ansari Saleh 26Juni09: badan panas +- 3 bln,gusi brdarah sjk 2 bln,timbul brcak merah di kulit.
Kondisi bbrp hr ini: perut mggembung,bdan kurus,kulit kpla mglupas dskitar dahi,rmbut rontok,kulit brcak hitam,susah tdur.Trkhr yg kmi tau kmrn sbuh bliau kejang2,ud gnti infus dr cairan ke kantong darah.Hb-nya slm 3 hr prnah drop dr 12 jd 5.

Dalam menjalani perawatannya di rumah sakit tersebut, Dewi Rahmita masih sangat membutuhkan biaya, yang mungkin sahabat-sahabat dapat membantu meringankan beban biaya tersebut, seberapapun sumbangan yang bisa sahabat-sahabat berikan akan sangat berarti dan bermakna.

Untuk lebih mengetahui Dewi Rahmita, silakan mengunjungi blog yang didekasikan buat membukakan kesempatan bagi dia untuk kesembuhan.  Sumbangan dana dapat melalui, rekening di bawah ini:

BANK MUAMMALAT

A.N.  EVI KURNIASTUTI NO.REK 9203742199

ATAU

BANK SYARIAH MANDIRI

A.N.  HAMILDA IRIANTI ASTINUR NO.REK 0157030767.

CP: DANANG BAGUS (085751014561), ALDI (081952979706), ENDAR (085248421236), N’DUT (081952798157).

Bantuan baik materi maupun nonmateri, begitu berharga bagi Dewi Rahmita, untuk berjuang menggapai kesembuhan. Hanya Allah SWT yang mampu membalas kebaikan sahabat-sahabat.

ANGGREK HITAM KALIMANTAN

Sudah lama sekali, rasanya, Anggrek Hitam (black orchid) yang ada disekitar rumah hanya bertambah daunnya.  Terasa begitu enggan menampakkan setangkai bunganya, mungkin ada hal yang menyebabkan keengganan itu.

Setelah sekian lama, ternyata pada bulan Juni, Anggrek Hitam tersebut yang dalam bahasa latin diberi nama Coelogyne pandurata telah menunjukkan bunganya.  Nah, ini dia bunga si Anggrek Hitam yang difoto dengan kamera Kodak DC3400 pada tanggal 25 Juni 2009.

Anggrek Hitam (black orchid)

Anggrek Hitam (black orchid)

Read more »

LARANGAN PEMBAKARAN LAHAN, TRAGEDI PENGETAHUAN

Oleh: HE. Benyamine

Pengolahan lahan dilarang menggunakan cara pembakaran. Larangan ini berlaku bagi semua kalangan, tanpa kecuali. Larangan ini muncul bagai halilintar di siang bolong bagi masyarakat adat, yang mengguncang kebiasaan nenek moyang mereka, yang merupakan pengetahuan lokal (indigenous knowledge) yang mereka miliki dalam pengolahan lahan.  Padahal musim kemarau, biasanya merupakan waktu untuk melakukan pembakaran serasah bagi para petani. Cara pembakaran ini sudah dilakukan secara turun-temurun, sejak beberapa generasi sebelumnya, yang merupakan bagian dari budaya mereka.

Read more »

PUISI (11)

Perjalanan (1)

Menghilang bersama lamunan indah

tak terasa kaki masih di tanah

sudah berapa jejak terhapus

tak terasa waktu berlalu terhembus nafas

Tenggelam di telaga hidup

tak terasa selalu kembali terlelap

sudah samar hari-hari berlalu

tak terasa rutinitas wujud diri membeku

Mengulangi langkah penuh harap

melintas menyeret tawa tangis

hanya khayal memberi jeda

terlelap  perjalanan seakan semua terhenti

Banjarbaru, 15 Mei 2009

Perjalanan (2)

Berapa kata dibutuhkan

untuk menyembunyikan luka

mengabarkan kesembuhan

tersamar doa pilihan kata

Berapa waktu memilih kata

untuk ungkapkan gejolak jiwa

mengirimkan makna pengharapan

saat waktu memutus lintasan

Berapa ruang penuh kata terbuang

untuk menutupi  setitik bohong

membiarkan perjalanan terlihat kosong

saat kata menjelma patung

Banjarbaru, 20 Mei 2009

JALAN KHUSUS TAMBANG JUGA MIMPI SOPIR

Oleh: HE. Benyamine

Pernyataan wait and see dari pengusaha batubara  terhadap pelaksanaan Perda No. 3 tahun 2008 yang dimulai pada tanggal 23 Juli 2009 dapat dikatakan sebagai suatu sikap yang  ingin terus menikmati keuntungan dari penggunaan jalan negara untuk usaha pertambangan mereka. Sikap tersebut merupakan suatu ungkapan bahwa sebagian pengusaha batubara lokal tidak mau berpikir tentang kepentingan masyarakat yang lebih luas dan daerah. Lebih tegasnya, hanya untuk kepentingan mereka yang terlibat secara langsung dalam usaha pertambangan, yang lebih kurang 50 ribu orang.

images.kompas.com (Aya Sugianto)

images.kompas.com (Aya Sugianto)

Alasan untuk wait and see tersebut, menunggu dampak pemberlakuan  Perda 3/2008 bagi sopir, masyarakat dan aspek lainnya, sebenarnya tidak berhubungan dengan pengusaha batubara itu sendiri secara langsung. Alasan tersebut lebih ditujukan pada usaha jasa pengangkutan batubara dan masyarakat yang terlibat dalam usaha informal dalam jasa penunjang lainnya. Jadi, pemberlakuan Perda tentang jalan khusus tambang, lebih dipersempit dan dibenturkan dengan kalangan usaha jasa pengangkutan batubara.

Read more »

HARI LINGKUNGAN HIDUP 2009: BERSAMA SELAMATKAN BUMI DARI KESERAKAHAN

Oleh: HE. Benyamine

Tantangan yang paling besar bagi kemanusiaan saat ini dan masa mendatang, satu diantaranya adalah perubahan iklim (climate change).  Tantangan ini berasal dari berkembang dan suburnya keserakahan dalam diri manusia, yang secara masif melakukan eksploitasi terhadap bumi untuk memenuhi berbagai bentuk ketamakan dan nafsu sesaat.

Read more »

Perjumpaan Yang Membahagiakan

Membaca komentar sahabat Siti Fatimah Ahmad yang diakhiri dengan, “Salam dari Sarikei, Sarawak. “Jumpa” minggu ini”, terasa sekali suatu perjumpaan yang akan terjadi dalam waktu dekat.  Ya, sangat dekat dan sangat akrab.

Saat berkunjung ke tempat Pak Ersis, apa yang dimaksud dengan “jumpa” minggu ini terjawab;  suatu kehadiran persahabatan.  Ada paket hadiah dari SFA untuk saya, yang tentunya sangat bermakna dan bernilai lebih dari sekedar apa yang ada di dalam paket hadiah tersebut.

Paket hadiah lebih berharga, karena diberikan sebagai ungkapan perayaan Hari Guru Malaysia yang diperingati setiap tanggal 16 Mei, yang terucap dengan tulus rasa terima kasih terhadap para guru di manapun berada. Sedikit dikutipkan dari postingan SFA perasaan terima kasih kepada guru, karena dianmu wahai para guru terus menyala.

TERIMA KASIH CIKGU

Seawal musim menimba ilmu, hanya kau cikgu yang ku kenali. Kejujuran dan keikhlasanmu, syahdu jiwamu. Detik berlalu jua ketika, dianmu tetap terus menyala. Jasa baktimu ku sanjung tinggi…Terima kasih cikgu.

Sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada SFA, karena suatu persahabatan yang dihadirkan bagai SERAUT SIRIH SEUMBAI PINANG SELAUT KASIH SEPANTAI SAYANG sebagaimana tertulis di laman SFA, saya mendoakan semoga kelapangan dan kemudahan selalui menyertai SFA. Amiin3x.

Perjumpaan ini membahagiakan.