PUISI: KEKASIH (7)

Sejak kau menemu hatiku malu, rindu menetap

Bebas hadirmu bagai pelukis menemu kanvas

Tiada harap seperti pelangi menanti henti hujan

Senyum itu

Kau hembuskan pada angin, menyapa

 

O Kekasih

Kau hadir bagai hujan terbebas kungkungan awan

Lapang bagai kecupan embun sambut mentari

Melayang, menyapa

 

Banjarbaru, 27 Januari 2013

ISU KELANGKAAN BBM MENYESATKAN

Oleh: HE. Benyamine

Keprihatinan Forum Peduli Banua dengan kondisi “kelangkaan” BBM di Kalimantan Selatan (6/4/13: 9), yang tahun 2012 melakukan gerakan pemblokiran tongkang batu bara, perlu mendapat apresiasi yang positif, namun memprihatinkan pada dasar yang menjadi persoalan BBM ini.

Read more »

TAMAN KOTA

Cerpen: HE. Benyamine

Saat aku memilih tinggal di kota ini, alasan utamanya karena tidak ada orang yang kukenal. Juga sebaliknya, tidak ada yang mengenal diriku.  Aku menemukan kebebasan  di kota ini. Aku dapat bertegur sapa dengan siapa saja. Di mana saja dengan mudah senyum mengembang. Tanpa prasangka. Ada yang acuh tak acuh. Terkadang ada saja ketemu orang yang mengatakan bahwa rasa-rasanya pernah bertemu dengan diriku. Begitu juga dengan pengemis yang berkeliaran di kota ini, mereka melihat diriku seakan sudah sangat dekat dan akrab, yang langsung saja menyudurkan tagihan dengan tangannya. Ah, kota ini melepaskan diriku, memandang orang dari sisi pikiran positif. Sendiri dalam keramaian.

Read more »

TINDAKAN DARURAT UNTUK SDN BANJARBARU UTARA 7

Oleh: HE. Benyamine

Kebakaran SDN Banjarbaru Utara 7 pada tanggal 11 Oktober 2012 merupakan bencana, yang seharusnya mendapatkan prioritas tindakan pasca kebakaran sebagai bagian tanggap darurat Kota Banjarbaru. Namun hingga saat ini, bangunan dengan pagar lambang dinas pendidikan, sebagaimana yang terlihat pada foto account facebook Banjarbaru Dalam Lensa (26 November 2012), masih dibiarkan sebagai saksi bisu kebakaran tersebut. Tidak ada tindakan cepat Pemkot Banjarbaru sebagai bagian dari mendahulukan wajib belajar 9 tahun, atau reaksi cepat betapa pentingnya sekolah bagi kota ini.

Foto: Banjarbaru Dalam Lensa

Foto: Banjarbaru Dalam Lensa 

Melihat foto Banjarbaru Dalam Lensa tersebut, ada rasa yang menyesakkan saat melihat foto para petinggi Kota Banjarbaru sedang berada di Belanda dengan label “sekolah”, sehingga terbayang murid-murid SDN Banjarbaru Utara 7 tetap sekolah di tempat lain, karena sekolah mereka masih dibiarkan saja. Para petinggi tersebut, Walikota Banjarbaru, Sekdakot, dan Ketua DPRD Kota Banjarbaru, terlihat begitu riang dapat “sekolah” di Belanda, meski hanya untuk waktu 14 hari. Sementara, murid-murid yang bangunan sekolahnya terbakar, tetap riang dengan jadwal yang disesuaikan, karena sekolah mereka sudah hampir 2 bulan dibiarkan saja.

Setelah kebakaran SDN Banjarbaru Utara 7, kota Banjarbaru seakan sedang mengalami “serangan api” terhadap sekolah-sekolah yang ada. Penyebabnya tidak diketahui. Ada SDN Banjarbaru Utara 2, yang dua gedungnya ludes dilahap api. Ada kebakaran kecil SDN Banjarbaru Utara 1, lalu kebakaran kecil di SMAN I Banjarbaru. Hal ini harus mendapatkan tindakan yang cepat dan prioritas. Kota Banjarbaru sepatutnya dapat melakukan tindakan yang peduli terhadap kasus kebakaran sekolah ini, tidak membiarkan bangunan sekolah menunggu tahun anggaran berikutnya.

Read more »

SAWIT DI LAHAN RAWA: PERLEMAH ROAD MAPS PEMBANGUNAN HST

Oleh: HE. Benyamine

Ekspos Kajian Potensi Lahan Rawa untuk Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Kabupaten HST (24/10/12), merupakan awal tindakan seolah mengilmiahkan pembukaan perkebunan kelapa sawit skala besar. Kajian akan dilakukan di tiga kecamatan yang ada di HST, yang diketahui memiliki potensi lahan rawa, seperti kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), dan kecamatan Pandawan (Media Kalimantan, 25 Oktober 2012: A7).  Lahan rawa (lahan basah) dengan keanekaragaman hayati tinggi, yang juga sangat rentan terhadap gangguan lingkungan, apalagi untuk perkebunan besar kelapa sawit yang akan melakukan perubahan topografi lingkungan menjadi seragam, tentu tidak ada alasan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan selain mengarahkan pada kerusakan dan tragedi lingkungan HST.

Read more »

LAHAN RAWA UNTUK SPORT CENTER: MENGERIKAN

Oleh: HE. Benyamine

Membanggakan dan sekaligus mengejutkan ketika Pemprov Kalsel telah mengumumkan realisasi  pembangunan Sport Center dan rencana perumahan pegawai Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. Pembangunan Sport Center sudah dimulai dengan pengadaan lahan dengan Pengumuman Nomor: 593/01/X/PPT-BB oleh Panitia Pengadaan Tanah Pemerintah Kota Banjarbaru (Radar Banjarmasin, 29 Oktober 2012: 3) yang memerlukan lahan satu hamparan seluas lebih kurang 450 hektar.

Read more »

SUNGAI KEMUNING DAN PASCA KEBAKARAN (Proyek Siring Langgar UU dan PP)

Proyek siring sungai Kemuning yang sekarang sedang berjalan adalah bagian dari kegiatan yang merusak sungai dan jelas bertentangan dengan UU No.7 Tahun tentang Sumber Daya Air dan PP No.38 Tahun 2011 tentang Sungai. Proyek siring Kemuning membuat siring pada batas palung sungai, dan secara langsung menghilangkan sempedan sungai, danau paparan banjir, dataran paparan banjir, dan memunculkan daya rusak air.

Kebakaran di Jl. Kemuning Ujung, sekitar bantaran sungai Kemuning, merupakan kejadian yang menyesakkan dada dan sungguh mengharukan, apalagi terjadi menjelang lebaran Idul Fitri 1433 H. Korban kebakaran yang berjumlah 30 KK kehilangan tempat berteduh dan harta benda. Beberapa hari terakhir, DPRD Kota Banjarbaru mulai membahas bagaimana pasca kebakaran, dan berniat meninjau lokasi kebakaran untuk lebih menambah bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan dan konsep yang sesuai dan diterima korban kebakaran yang sekaligus menjadi titik awal penataan kawasan sungai sesuai peraturan dan perundangan.

Image

(Foto: Ananda Perdana Anwarhttp://hirangputihhabang.wordpress.com/2012/01/22/siring-sungai-kemuning/) Foto di atas memperlihatkan, batas siring pada palung sungai, sehingga dataran paparan banjir di bawah rumah warga dihilangkan.

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 983 other followers