TANAH HUMA

Oleh: HE. Benyamine

Menemukan buku Tanah Huma (Kumpulan Sajak Tiga Penyair Kalimantan) di toko buku yang berada di lokasi TIM Jakarta, bagi Iberamsyah Barbary, merupakan kejutan yang membahagiakan beliau dan sekaligus menjadi bahan pembicaraan beliau tentang buku tersebut di Pojok Seni Mingguraya. Buku Tanah Huma (TH) yang diterbitkan penerbit Pustaka Jaya (Jakarta) pada tahun 1978, dengan nama-nama penyairnya; D. Zauhiddie, Yustan Aziddin, dan Hijaz Yamani, yang pada zamannya hingga sekarang masih dirasakan meriahnya perayaan puisi. Sebagian besar penyair Kalsel selanjutnya terutama generasi yang dekat dengan zamannya, ketiga nama tersebut tetap hidup dan bermakna.

Read more »

BANJARBARU FAIR 2012: MANA PRODUK KOTA BANJARBARU?

Oleh: HE. Benyamine

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru mengadakan Banjarbaru Fair 2012, Pameran Nasional dan Produk Unggulan (6 – 10 April), di Lapangan Murjani, dalam rangka memperingati HUT Kota Banjarbaru ke-13,  yang begitu terasa kota Banjarbaru menjadi pasar produk dari berbagai daerah baik dalam bentuk jasa maupun barang. Beberapa stand dari kabupaten dan provinsi luar Kalimantan Selatan, dengan bangga menghadirkan berbagai produk unggulan dan produk dari hasil binaan perusahaan atau pemerintah daerahnya, yang pada event ini tidak terlihat barang atau jasa produk unggulan atau yang bukan unggulan dari Kota Banjarbaru sendiri.

Read more »

SUMBANGAN PIHAK KETIGA MENTALITAS PENGEMIS

Oleh: HE. Benyamine

Bagai kasalukutan, kepala daerah di Kalimantan Selatan yang di wilayahnya beroperasi pertambangan, karena terbitnya Surat Edaran Dirjen Minerba Kementerian ESDM tentang pelarangan penerimaan sumbangan pihak ketiga (SPK) dan penerbit SKAB sektor pertambangan. Kepala daerah yang seperti ini patut dipertanyakan bagaimana mereka memimpin dan menggerakkan daerahnya untuk kemajuan dan pencapaian kesejahteraan, bagaimana tidak, yang mereka ributkan ternyata yang berhubungan dengan sumbangan.

Read more »

MANTRA-MANTRA KALSUM BELGIS

Oleh: HE. Benyamine

Mengejutkan! Begitulah respon pertama saat menyaksikan lomba Musikalisasi Puisi Karya Kalsum Belgis Se-Kalimantan Selatan dari dua buku kumpulan puisi Mantra Rindu (Mingguraya Press, 2012) dan Mantra Petapa (Muthiara Int., 2012) yang dilaksanakan di Museum Lambung Mangkurat pada tanggal 11 Februari 2012 dengan diikuti 21 peserta. Selanjutnya adalah luar biasa, garapan para peserta musikalisasi dalam menghidupkan ruh puisi-puisi yang mereka pilih untuk dilombakan, yang menunjukkan setidaknya dua hal; (1) puisi karya baru dari penulis baru dapat menjadi bahan yang imajinatif untuk digarap musikalisasinya, tidak harus puisi dari penyair terkenal, dan (2) puisi-puisi Kalsum Belgis bagai bunga di lumbung puisi Kalsel.

Read more »

PUISI (48): KEKASIH (5)

Di sana, bayanganmu menggenggam dunia

Tiada jarak yang menyatukan titik mata

Tiada ruang yang menyatukan jiwa

Hanya kerinduan, kau selalu ada

 

O kekasih

Ruang dan waktu melepaskan kau

Hingga hatiku bebas bersamamu

 

Banjarbaru, 27 Januari 2012

PUISI (47): KAU KEMBALI

Kau memamah bulan lalu menyeretnya ke arah kegelapan

Kegelapan berlari menuju cahaya yang berjalan dari arah berlawanan

Berlawanan segala yang nampak saling silang menyulam cakrawala

Cakrawala mengembang mengkerut merasuki  pikiran dan hati

Hati meletakkan cermin terbolak balik menahan kehendak

Kehendak membujuk lahap segala materi

Materi tersisa tubuh sendiri

Sendiri menyantap diri melumatnya tak habis-habis

Habis kesabaran tiada kenyang nafsu selera

Selera menuntut dan mengancam menguras isi otak

Otak menghitung lapar dahaga berputar-putar terus

Terus mengejar seolah-olah lapar dahaga adalah kau

Kau kembali memamah bulan lalu kegelapan menyeret kau.

 

Banjarbaru, 14 Agustus 2011

PEMKO BANJARBARU MERUSAK SUNGAI KEMUNING

Oleh: HE. Benyamine

Banjarbaru Dalam Lensa (account facebook) pada tanggal 22 Desember mengupload foto, yang menggambarkan Banjarbaru mengalami kebanjiran, karena pengambilan foto yang dapat dikatakan profesional, maka bencana banjir tersebut cukup terwakili dari foto yang ditampilkan. Ada kekagetan dan ketidakpercayaan, Banjarbaru yang termasuk di dataran sedang, berbukit-bukit,  dan tidak banyak sungai mengalami kebanjiran, apalagi bagi mereka yang pernah berkunjung ke Banjarbaru dan kemudian hanya melihat foto tersebut seperti tidak percaya.

Read more »

PUISI (46): TABIR MANA YANG KAU SINGKAP

Ketika malam memilih sendiri

tabir mana yang kau singkap

sedang mentari teramat setia menanti

sembunyi hingga gelap menemukannya.

 

Langit terbelah bagai lintasan Musa

Lalu cahaya menembus jiwa-jiwa yang tenang

sedang kau sibuk mencari hatimu

terpana menggenggam suluh yang padam.

 

Banjarbaru, 18 Agustus 2011  

PUISI (45): WAKTU MENJELMA MANTRA

Baru saja mengejar waktu

memegang sepenuh daya bagai menggenggam air

siang malam lari melewati pergantian mimpi

hanya perumpamaan seribu bulan yang terhenti

berdegup saat berpaling, wajah waktu menghantui

Read more »

GUMAM

Seakan telah menemukan jawaban. Sambil senyum-senyum saat membayar di kasir untuk 4 (empat) buah buku sekaligus. Tidak biasa memang, beli buku sebanyak itu. Apalagi bergegas ingin pulang ke rumah. Silakan engkau bergumam sepanjang waktu dan di semberang tempat. Ya, sesuka seperti yang biasa kamu lakukan. Istri yang menghantui hari-hari dengan gumam telah terselesaikan. Tiba di rumah memang langsung disambut gumam istri, “bla bla bla bala abal … tumben pulang lebih awal kaya abal-abal.” Namun, keempat buku yang baru dibeli lebih menggoda pikiran –yang sebenarnya juga karena gumam istrinya.

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.