BANJARBARU FAIR 2012: MANA PRODUK KOTA BANJARBARU?


Oleh: HE. Benyamine

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru mengadakan Banjarbaru Fair 2012, Pameran Nasional dan Produk Unggulan (6 – 10 April), di Lapangan Murjani, dalam rangka memperingati HUT Kota Banjarbaru ke-13,  yang begitu terasa kota Banjarbaru menjadi pasar produk dari berbagai daerah baik dalam bentuk jasa maupun barang. Beberapa stand dari kabupaten dan provinsi luar Kalimantan Selatan, dengan bangga menghadirkan berbagai produk unggulan dan produk dari hasil binaan perusahaan atau pemerintah daerahnya, yang pada event ini tidak terlihat barang atau jasa produk unggulan atau yang bukan unggulan dari Kota Banjarbaru sendiri.

Dalam usianya yang ke-13, Pemerintah Kota Banjarbaru memberikan kesan bahwa di daerahnya tidak mempunyai produk unggulan atau sesuatu yang layak untuk dipamerkan,  karena merupakan suatu kebanggaan jika produk unggulan itu merupakan hasil kerja dan karya warga kota Banjarbaru yang dipamerkan. Ketiadaan produk unggulan atau bukan unggulan sekalipun dari kota Banjarbaru, merupakan suatu pertanyaan yang sederhana atas apa yang selama ini dilakukan pemerintah kota Banjarbaru, terutama dalam mendorong tumbuhnya industri kreatif dan kemandirian masyarakat dalam berkarya.

Memang terlihat produk gerabah dari SMK di Kota Banjarbaru, namun itu seperti penghias stand Kota Banjarbaru saja, tidak diperlakukan sebagai bagian penting dari hasil kerja dan kreatif pelajar SMK, karena sekolah-sekolah kejuruan tersebut tidak ada standnya secara khusus yang memungkin mereka untuk memasarkan produk yang mereka hasilkan. Di sini, nampak pengabaian atas kemampuan pelajar kejuruan dalam memproduksi suatu barang, apalagi dorongan yang memberikan semangat untuk terus kreatif dalam berkarya.

Memperhatikan aktivitas masyarakat kota Banjarbaru, seperti yang pernah diperlihatkan Banjarbaru Dalam Lensa (account facebook) melalui foto tentang pengrajin alat musik panting di Cempaka, sebenarnya memperlihatkan adanya aktivitas warga yang mengarah pada home industry, yang selayaknya mendapatkan perhatian pemerintah kota Banjarbaru, dengan misalnya memberikan stand untuk hal yang demikian pada Banjarbaru Fair 2012 ini.

Selain itu, pengrajin pembuat gitar juga ada di Kota Banjarbaru, yang merupakan bagian petunjuk adanya aktivitas warga yang mengarah untuk menghasilkan produk unggulan, yang selayaknya difasilitasi dalam pameran yang berkaitan dengan hari ulang tahun kota ini. Begitu juga dengan pengrajin sepatu, yang juga menyediakan sepatu hand made sebagaimana stand dari Sidoarjo. Para pengrajin ini memang sangat membutuhkan ruang untuk pameran, untuk membuka peluang yang lebih luas, dan tentunya memberikan semangat untuk terus berproduksi; yang kesempatan itu ada pada event seperti Banjarbaru Fair 2012 ini.

Karya seni juga merupakan produk unggulan suatu daerah, dan Kota Banjarbaru sepatutnya memberikan kesempatan bagi para pelukis untuk mendapatkan fasilitas stand yang terjangkau, jika tidak ingin mengatakan gratis, seperti karya seni lukis atau sastra juga termasuk produk unggulan yang dikategorikan sebagai hasil dari industri kreatif.

Di samping itu, aktivitas warga yang mendorong perbaikan kepentingan publik, sebenarnya sangat layak mendapatkan tempat dalam pameran dalam rangka hari ulang tahun kota ini, seperti Rumah Cerdas Banjarbaru (RCB) yang menggagas Bank Sampah Masyarakat (BSM) dengan mencoba menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli dengan sampah dan membuka peluang untuk memanfaatkan sampah tersebut.  Kelompok warga masyarakat seperti RCB ini juga merupakan bagian dari masyarakat kota, yang mempunyai produk unggulan dalam jasa lingkungan dan produk turunan lainnya seperti pupuk organik.

Produk unggulan ataupun potensi menjadi unggulan, yang selama ini telah digeloti warga kota Banjarbaru, sepatutnya menjadi pertimbangan petinggi kota Banjarbaru dalam rangka Banjarbaru Fair, sebagai petunjuk bahwa apa yang dilakukan warga kota, baik dalam aktivitas usaha maupun karya kreatif dapat dijadikan contoh yang baik pada saat pameran.

Pada kesempatan pameran yang diselenggarakan kota inilah, pemerintah dapat menunjukkan kepedulian dan kerja kerasnya, dengan memberikan fasilitas untuk pameran bagi warga kota atas usaha dan kerja kerasnya.  Hal ini juga dapat memberikan pandangan baru bagi warga kota lainnya, bahwa peluang dan kesempatan untuk berproduksi masih terbuka dan mendapatkan perhatian yang selayaknya dari pemerintah kota. Mungkin, stand kebun warga juga layak untuk diberikan tempat.

Jadi, betapa terasa lemahnya Pemkot Banjarbaru dalam mendorong dan memberikan fasilitas pada aktivitas warga dalam berkiprah pada industri kreatif. Melalui pameran seperti Banjarbaru Fair 2012 ini, pemerintah kota dapat terlihat bagaimana kebijakannya dalam industri kreatif yang berpotensi menghasilkan produk unggulan. Juga, terlihat bagaimana pandangan pemerintah kota atas peluang yang besar bagi kota Banjarbaru untuk tumbuh dan berkembangnya berbagai produk yang dengan memanfaatkan pertambahan nilai dari produk daerah lainnya di Kalimantan Selatan.

Banjarbaru Fair 2012 kali ini, sudah selayaknya walikota Kota Banjarbaru merasa malu, karena setelah meresmikan dibukannya Pameran Nasional dan Produk Unggulan, lalu meninggalkan lokasi pameran beliau terbayang ternyata tidak ada yang dapat dipamerkan produk unggulan atau sekalipun yang bukan unggulan  dari kota Banjarbaru yang telah melewati usia 13 tahun yang dapat beliau saksikan di pameran tersebut. Mungkin, walikota atau elit kota lainnya, tanpa sadar bertanya, “Mana produk dari Kota Banjarbaru?” Kota Banjarbaru hanya menjadi pasar bagi produk daerah luar atau negara lain.

(SKH Mata Banua, 11 April 2012: 1 & 7)

3 Responses

  1. Assalamu’alaikum w w “Mana produk dari Kota Banjarbaru?” Kota Banjarbaru hanya menjadi pasar bagi produk daerah luar atau negara lain.?
    ulun rasa pertanyaan pian ini sangat penting dipikirakan oleh para pajabat di banjarbaru , inggih . mudahannai banjarbaru tambah maju dan bujur-bujur manjadi kota idaman.

  2. Assalamu’alaikum wr wb
    Walaupun baru tinggal 5 bulan di Banjarbaru, pertanyaan “Mana produk dari Kota Banjarbaru?” harusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah kota Banjarbaru, karena sepengetahuan saya kota yang hanya mengandalkan kekayaan dari bumi tanpa mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia secara maximal terutama bidang industri produk ujungnya hanya akan menjadi kota mati, coba datang ke kota Sengatta Kaltim , yang megah hanyalah kantor Walikotanya , selainnya … hmmm, …

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, Mas HE. Benyamine…

    Lama sekali tidak berkunjung menulis sesuatu di sini.
    Mas Ben juga kelihatannya sudah mulai lemut di dunia blogging. Sama dengan teman-teman Banjarbaru yang lain. Iya, kesibukan akhirnya membuat kita semakin jauh dari sapaan yang menyenangkan.

    Kangen sekali bisa bersilaturahmi kembali dengan aktifnya seperti dulu. Namun, saya juga demikian sama. tapi masih aktif menulis di blog sahaja. Saya harap masih bisa bersilaturahmi di sini.

    Senang membaca kembali tulisan-tulisan mas Ben. Insya Allah diusahakan kembali menyapa mas Ben lagi.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: